Posts

Showing posts with the label fakta dan mitos

Fosil Tanaman Berusia 55 Juta Tahun Ungkap Wilayah Kutub Dulu Hijau

Image
 Fosil tumbuhan yang berasal dari 55 hingga 40 juta tahun yang lalu selama zaman Eosen mengungkapkan detail tentang iklim yang lebih hangat dan lebih basah di masa lalu. Kondisi tersebut berarti ada pohon palem di Kutub Utara dan Selatan. Sedangkan sebagian besar daratan gersang seperti di Australia subur dan hijau. Fosil tumbuhan tersebut dikumpulkan selama beberapa dekade oleh ahli paleobotani David Greenwood dari Australia. Beberapa terawetkan dengan sangat baik sehingga sulit dipercaya bahwa mereka berusia jutaan tahun. Dengan berfokus pada fitur morfologi dan taksonomi dari 12 flora yang berbeda, para peneliti mengembangkan pandangan yang lebih rinci tentang seperti apa iklim dan produktivitas di dunia rumah kaca kuno zaman Eosen. Laporan penelitian tersebut telah dipublikasikan di Paleoceanography and Paleoclimatology dengan judul "Plant Proxy Evidence for High Rainfall and Productivity in the Eocene of Australia" baru-baru ini. Fosil-fosil tersebut menyimpan detail ten...

Misteri Hilangnya Romulus Pendiri Roma: Dibunuh atau Naik ke Surga?

Image
Kisah Raja Romulus sangat menghibur karena merupakan perpaduan yang tidak biasa antara sejarah kuno dan mitologi. Sentuhan supranatural yang ditambahkan ke cerita ini membuat kisahnya menarik bagi pecinta misteri. Legenda mengisahkan bahwa kota Roma didirikan pada 21 April 753 SM oleh Romulus dan Remus saudara kembarnya. Namun dalam proses penemuan kota tersebut, kedua saudara itu saling berselisih dan berakhir dengan Remus mati terbunuh. Romulus akhirnya mengonsolidasikan kekuatannya dan menamakan kota yang ditemukan itu sesuai namanya ‘Roma’. Bagaimana kepemimpinan Romulus? Apakah ia juga akhirnya terbunuh karena dianggap membahayakan keamanan Romawi? Romulus sebagai raja Banyak penulis kuno menggambarkan Romulus sebagai seorang pejuang yang menyalahgunakan kekuasaannya. "Sebagai raja pertama Roma, Romulus menghuni kota barunya dengan pengembara dan penjahat. Untuk mendapatkan istri, dia menculik wanita dari suku tetangga Sabine. Dia juga dikatakan membentuk dewan penguasa (Sena...

Serangkaian Foto 1960-an Membatu Penemuan Mumi Tertua di Dunia

Image
Sekitar 60 tahun yang lalu, seorang arkeolog mengambil foto beberapa kerangka yang terkubur di kuburan berusia 8.000 tahun di selatan Portugal. Sekarang, analisis baru dari foto-foto yang sebelumnya belum dikembangkan ini menunjukkan bahwa mumi manusia tertua tidak berasal dari Mesir atau bahkan Chili, melainkan Eropa. Lebih dari selusin mayat kuno ditemukan di Lembah Sado selatan Portugal selama penggalian pada tahun 1960-an, dan setidaknya satu dari mayat itu telah dimumikan, mungkin untuk memudahkan transportasi sebelum penguburannya, kata para peneliti setelah menganalisis gambar dan mengunjungi situs tanah pemakaman tersebut. Dan ada tanda-tanda bahwa mayat-mayat lain yang terkubur di situs itu mungkin juga telah menjadi mumi, yang menunjukkan bahwa praktik tersebut bisa saja tersebar luas di wilayah ini saat ini.  Prosedur mumifikasi yang rumit digunakan di Mesir kuno lebih dari 4.500 tahun yang lalu, dan bukti mumifikasi telah ditemukan di tempat lain di Eropa, berasal dari ...

Kebanggaan Alexandria, Mercusuar Pharos Bersinar selama 1.000 Tahun

Image
Ketika tiba di Alexandria lewat jalur laut, mercusuar megah yang menjulang jadi pemandangan pertama yang terlihat. Dibangun oleh Sostratus, seorang arsitek Yunani terkenal, mercusuar Pharos atau mercusuar Alexandria dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Ini adalah simbol kebesaran Alexandria, suar besar yang menuntun para pelaut. Sebagai kebanggaan Alexandria, mercusuar Pharos bersinar selama 1.000 tahun. Meskipun indah dan fungsional, mercusuar Alexandria juga memiliki tujuan praktis. Cahayanya dengan aman memandu kapal ke pelabuhan Mesir selama berabad-abad, membuat Alexandria jadi pusat perdagangan Mediterania. Aleksander Agung mendirikan kota eponimnya pada tahun 331 Sebelum Masehi setelah menguasai wilayah pesisir Mediterania timur. Di Delta Nil, ia memutuskan untuk menemukan pelabuhan untuk mengendalikan lautan. Kota tersebut kelak akan menggantikan kota Tyre di Fenisia—yang baru saja dihancurkannya—sebagai pusat perdagangan. Tempat yang sempurna pun ditemu...

Ilmuwan Analisis Gigi Anak 100.000 Tahun, Hasilnya Bikin Takjub

Image
Seorang anak dengan latar belakang evolusi misterius menjadi kasus tertua yang diketahui tentang pertumbuhan gigi mirip manusia di Asia Timur. Para peneliti menceritakan bahwa fosil rahang atas anak mengandung tujuh gigi yang sedang dalam proses berkembang ketika ia berusia sekitar 6,5 tahun. Peneliti memperkirakan anak ini meninggal setidaknya 104.000 tahun yang lalu. Hasil sinar-X dalam memeriksa struktur internal gigi, terungkap bahwa geraham pertama, yang biasanya tumbuh melalui gusi sekitar usia 6 tahun pada anak-anak hari ini, telah erupsi beberapa bulan sebelum kematian. Akar gigi itu lengkap sekitar 3 perempat, mirip dengan kecepatan perkembangan anak manusia modern. Akar gigi lain yang ditemukan dalam fosil tumbuh lebih cepat daripada anak-anak modern. “Namun pertumbuhan dan perkembangan gigi anak-anak zaman dahulu secara keseluruhan berada dalam kisaran yang diamati di antara anak-anak saat ini,” ujar Song Xing, paleoantropolog dari Chinese Academy of Sciences dari Beijing. I...

Di Balik Kisah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Gigih

Image
Jauh sebelum dunia mulai menganggap prajurit Samurai sebagai laki-laki, rupanya ada juga samurai perempuan. Samurai wanita ini sama-sama kuat, berbahaya, dan sama mematikannya dengan rekan-rekan pria mereka. Samurai wanita dikenal sebagai Onna-Bugeisha (artinya seniman bela diri wanita). Mereka berlatih bela diri dan manuver menyerang seperti laki-laki. Mereka menggunakan senjata yang dibuat khusus untuk wanita, yang bernama Naginata. Mereka bertempur bersama samurai laki-laki selama bertahun-tahun, memegang standar yang sama, dan diharuskan melakukan tugas yang sama. Samurai Wanita Pertama “Permaisuri Jingu” Salah satu prajurit samurai wanita pertama adalah Permaisuri Jingu. Jingu secara pribadi mengatur dan melakukan pertempuran yang mengakibatkan penaklukan Korea pada tahun 200 M. Ada pengecualian untuk wanita seperti Jingu, terlepas dari kepercayaan konvensional yang berlaku bahwa wanita adalah yang kedua setelah pria dan menginginkan pekerjaan sebagai penjaga rumah. Wanita yang ku...

Membangkitkan Kurma Legendaris dari Zaman Romawi Berusia 2.000 Tahun

Image
Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Sarah Sallon dari Hadassah Medical Organization mencoba menyelidiki kultivar kurma Yudea, kurma legendaris dari zaman Romawi. Menariknya, kurma tersebut telah punah selama ratusan tahun dan telah berusia lebih dari 2.000 tahun. Sekarang, para ilmuwan mencoba membudidayakan kurma tersebut dengan menggunakan biji kurma yang ditemukan di reruntuhan kuno berusia 2.000 tahun. Para ilmuwan menemukan benih kuno tersebut di situs arkeologi di hutan belantara Yudea  Laporan lengkap penelitian tersebut telah dipublikasikan di Science Advances dengan judul "Origins and insights into the historic Judean date palm based on genetic analysis of germinated ancient seeds and morphometric studies" yang merupakan jurnal akses terbuka. "Studi saat ini menyoroti asal-usul pohon kurma Yudea, menunjukkan bahwa budi dayanya, yang diuntungkan dari populasi timur dan barat yang berbeda secara genetik, muncul dari varietas timur lokal atau introduksi, yang kemudian d...

Mitos-mitos yang Tersebar Tentang Perbudakan Amerika Serikat

Image
Perbudakan di Amerika Serikat adalah perlembagaan absah mengenai perbudakan manusia yang pernah ada di Amerika Serikat pada abad ke-18 dan 19. Perbudakan pernah dilaksanakan di Amerika Utara jajahan Britania dari masa-masa awal penjajahan. Fakta ini diakui juga di Tigabelas Koloni pada saat Proklamasi Kemerdekaan Amerika pada 1776. Inilah tiga mitos yang beredar seputar Perbudakan Amerika Serikat. Orang Irlandia yang Diperbudak di Koloni Amerika Serikat Sebagai sejarawan dan masyarakat pustakawan Liam Hogan telah menulis: “Ada kesepakatan bulat, berdasarkan banyak bukti, bahwa Irlandia tidak pernah mengalami perbudakan abadi, berdasarkan pada gagasan 'ras'.” Mitos perbudakan abadi Irlandia, yang paling sering muncul hari ini adalah untuk kepentingan nasionalis Irlandia dan supremasi kulit putih. Berakar pada abad ke-17 dan ke-18, buruh Irlandia disebut "budak kulit putih." Ungkapan itu kemudian digunakan sebagai propaganda oleh tuan budak Selatan tentang Utara yang te...

Upaya si Pengamat Alam Romawi Menyelamatkan Diri dari Letusan Vesuvius

Image
24 Agustus 79 Masehi merupakan salah satu hari yang tidak terlupakan dalam sejarah dunia Romawi. Di hari itu, lanskap Teluk Napoli berubah selamanya akibat letusan Gunung Vesuvius. Bencana ini menghancurkan kota, rumah, dan menewaskan ribuan orang. Termasuk Plinius yang Tua. Keponakannya menceritakan upaya si Pengamat Alam Romawi menyelamatkan diri dari letusan Vesuvius. Mirisnya, kisah kematian Plinius yang Tua sama terkenalnya dengan prestasinya. Sang Keponakan, Plinius yang Muda, membeberkan potret menarik dari seorang pengamat alam pemberani. Catatannya menjadi salah satu tulisan berharga dari hari yang tidak terlupakan dalam sejarah Romawi kuno. Plinius yang Tua dan keponakannya Lahir sekitar tahun 23-24 Masehi, Plinius yang tua memegang posisi penting di Kekaisaran Romawi. Ia juga seorang penulis dan pengamat alam yang disegani. Karyanya, Natural History, merupakan sebuah ensiklopedia yang mencakup berbagai topik. Pada tahun 79 Masehi, Plinius yang Tua diangkat sebagai komandan a...

Dahsyatnya Letusan Vesuvius, Hanya Butuh 15 Menit Musnahkan Pompeii

Image
Peristiwa dahsyatnya letusan Gunung Vesuvius di Italia masih terus diceritakan dan dipelajari hingga kini. Sejarah mencatat, letusan gunung tersebut pada 79 Masehi telah mengubur semua penduduk dan seluruh bangunan di Kota Pompeii. Menurut hasil studi terbaru, ternyata hanya butuh waktu 15 menit bagi Gunung Vesuvius untuk membunuh seluruh orang di Kota Pompeii pada waktu itu. Awan abu dan gas raksasa yang dilepaskan oleh Vesuvius kala itu adalah penyebabnya. Sebelumnya diperkirakan sekitar 2.000 orang di Kota Pompeei tewas karena mereka tidak dapat melarikan diri dari kepungan lahar Vesuvius. Namun studi terbaru ini menjelaskan bahwa sebenarnya penduduk kota Romawi kuno itu tewas karena sesak napas oleh gas dan abu dan kemudian terkubur oleh material-material vulkanik. Studi yang digarap oleh para peneliti dari Departemen Ilmu Bumi dan Geo-lingkungan di University of Bari yang bekerja sama dengan National Institute of Geophysics and Volcanology (INGV) dan British Geological Survey di E...

Bak Iblis, Vlad III Menggemari Penyiksaan dan Bersikap Sadis

Image
Vlad III, yang biasa disebut sebagai Vlad the Impaler, memerintah Wallachia (sekarang Rumania) pada pertengahan abad kelima belas. Meskipun pemerintahan Vlad terfragmentasi, ia meninggalkan warisan yang terkenal. Jacob Wilkins menulis kepada History of Yesterday dalam artikel berjudul "4 Medieval Rulers Who Committed Horrific Acts of Evil" yang terbit pada 24 Juni 2022. Ia menyebut bahwa sikap Vlad III amatlah jahat dan keji. Sebagai sosok pemimpin, Vlad III memiliki kegemaran dalam mengeksekusi rakyatnya. "Metode eksekusi favorit Vlad adalah menusuk korbannya pada tiang kayu yang tajam," imbuh Wilkins. Nama 'The Impaler' memang pantas. Kekejaman Vlad terkenal, bahkan selama hidupnya sendiri. Penyulaan adalah metode eksekusi yang disukainya. Tiang kayu ini diminyaki di ujungnya dan dimasukkan ke dalam perut atau anus, menyebabkan kematian yang lambat dan menyakitkan. Hukuman lain termasuk dikuliti hidup-hidup atau organ seksualnya diambil. Orang buangan sosi...

Arkeolog: Manusia Purba Homo Erectus Punah karena Kemalasan Mereka

Image
Rasa malas seringkali datang dan menghambat kita untuk melakukan berbagai aktivitas. Tidak jarang, rasa malas berhasil menghentikan langkah kita. Lebih mengejutkan lagi, rasa malas ternyata dapat membuat kita punah. Bagaimana mungkin rasa malas dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia ataupun makhluk hidup? Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada Jumat (27/7/2018) lalu di PLOS One, terungkap bahwa manusia purba Homo Erectus mengalami kepunahan akibat rasa malas mereka. Hominid yang hidup 2 juta tahun lalu ini mengalami putus mata rantai pada 100.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Bila dibandingkan dengan hominid lain, seperti Neanderthal, Homo Erectus ternyata memiliki rasa malas yang lebih besar. Mereka cukup malas dan enggan untuk beradaptasi dengan lingkingan. Sifat inilah yang pada akhirnya membuat spesies mereka punah. Para arkeolog dari Australian National University menemukan hal ini setelah menganalisis ribuan artefak yang ditemukan di situs penggalian Semenanjung Ara...